ibu hamil

Ibu Hamil Sebaiknya Membatasi Konsumsi Makanan atau Minuman Manis

Ibu Hamil Sebaiknya Membatasi Konsumsi Makanan atau Minuman Manis

Nafsu makan ketika mengandung boleh melonjak. Akan melainkan ini konsisten patut diatur, terpenting pada ragam makanan tertentu seperti makanan atau minuman manis.

Alasannya, sebuah penelitian terupdate mengatakan ibu hamil yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman manis ataupun yang berpemanis buatan berisiko melahirkan buah hati dengan alergi atau asma.

Gagasan untuk meneliti hal ini timbul sebab tingginya jumlah buah hati pengidap asma di negara-negara Barat. Untuk ketika ini WHO mencatat 235 juta buah hati di semua dunia mengidap asma. Angka ini diperkirakan naik menjadi 400 juta di tahun 2025.

Baca Juga; Pilihan Obat Penyubur Kandungan bagi Wanita

“Melainkan hingga ketika ini kami belum tahu apa penyebabnya. Cuma saja kami menyangka ini ada kaitannya dengan perubahan pola makan, mengingat konsumsi gula (bagus yang natural ataupun buatan) dan sirop jagung berfruktosa tinggi meningkat dalam kurun yang sama,” kata peneliti Annabelle Bedard dari Queen Mary University of London.

Timnya kemudian melihat lebih dari 9.000 pasangan ibu dan buah hati yang lahir di tahun 1990-an dan menghitung asupan gula si ibu selama kehamilan lewat informasi lapangan. Lalu walhasil dibandingi dengan diagnosis alergi dan asma pada buah hati-buah hati mereka mulai umur 7 tahun.

Faktanya, 62 persen buah hati tak mengidap alergi, melainkan sisanya menampakkan satu-dua gejalanya, di antaranya 22 Persen mengidap alergi, 16 persen eksim, 12 persen asma, 11 persen mengi dan 9 persen alergi rhinitis (hay fever).

Akan melainkan kalau dibandingi antara ibu yang mengkonsumsi gula paling sedikit selama kehamilan (kurang dari 34 gram atau 7 sendok teh sehari) dan yang mengkonsumsi gula paling banyak (82-345 gram atau 16-69 sendok teh sehari), karenanya buah hati dari ibu yang konsumsi gulanya paling tinggi berisiko 73 persen lebih banyak untuk mendapatkan diagnosis alergi, pada satu allergen atau pemicu ataupun lebih. Cara cepat hamil

Kecil-buah hati ini juga mempunyai risiko 101 persen lebih banyak untuk menderita asma dibandingi buah hati-buah hati dari ibu yang konsumsi gulanya paling sedikit ketika mengandung.

“Melainkan kami tak mengatakan ini pasti terjadi. Dapat saja sebab kebetulan saja. Kendati semacam itu dengan mengamati tingginya risiko yang ditemukan, kami nampaknya perlu melaksanakan penggalian lebih mendalam,” imbuh Bedard.

Tapi awam, WHO sudah menyarankan pengontrolan asupan gula pada bukan saja ibu hamil melainkan seluruh orang. Melainkan terutama pada ibu hamil, hal ini patut menjadi perhatian sebab makan sehat (termasuk mengurangi gula) diperlukan untuk mengurangi risiko diabetes gestasional atau diabetes ketika kehamilan yang umumnya terjadi pada ibu dengan kelebihan berat badan.

” ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir terlalu besar, persalinan caesar dan preeklamsia,” tambahnya seperti dilaporkan CNN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *